Pengertian Dialog dan Debat
Apa yang disebut dialog? Apa yang disebut debat? Sejauh mana perbedaan antara kedua kata itu? Atau keduanya seperti dua mata uang yang tak mungkin dipisahkan?

Dialog adalah pembicaraan yang dilakukan antara dua orang atau lebih. Secara bahasa dialog atau hiwaar dalam bahasa Arab berarti saling menyampaikan pendapat. Jika disebut haawaruu, artinya orang-orang itu saling mengalah dalam pembicaraannya. Sedangkan debat atau jidaal dalam bahasa Arab, artinya saling berdiskusi dan saling membenci. Dua orang yang saling jidal, artinya saling membenci satu sama lain.

Itu tadi secara bahasa.

Sedangkan secara istilah, dialog adalah pembicaraan antara dua orang atau lebih untuk mencapai informasi yang meyakinkan pemikiran kedua belah pihak. Umumnya dialog dilakukan dalam suasana tenang dan jauh dari kebencian. Sedangkan debat atau jidaal dalam bahasa Arab, secara istilah artinya pembicaraan antara dua orang atau lebih, untuk mengalahkan pihak kedua atau meyakinkannya dengan pemikiran tertentu, dan dilakukan umumnya dengan kebencian, mencari celah kelemahan dan fanatik pendapat.

Perbedaan antara Dialog dan Debat
Pertama, dialog lebih dilakukan dalam suasana tenang dan keinginan untuk mencapai suatu yang benar. Sementara debat dilakukan dalam suasan kebencian dan keinginan untuk mengalahkan pihak lain. Kedua, dalam setiap debat ada dialog, dan tidak setiap dialog ada perdebatan. Jadi, debat lebih luas dan lebih umum. Ketiga, Allah SWT tidak memuji sikap debat, meski menganjurkan kita untuk melakukannya dalam kondisi tertentu dan dilakukan dengan baik. Ini seperti firman Allah SWT, surat Al-Ankabtu ayat 46: Dan janganlah kalian membantah (mendebat) dengan ahli kitab kecuali dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim dari mereka. Keempat, dialog bisa beralih pada perdebatan tercela jika diiringi dengan sikap ta’asub, fanatik pendapat, kebencian dan sikap saling menjatuhkan. Kelima, terkadang kata jidaal dalam Al-Qur’an ada pada konteks ayat yang berbicara tentang hiwaar. Misalnya firman Allah SWT surat Al-Mujadilah ayat satu, atau juga surat Hud ayat 74 dan 75. [DR. Ali Al-Hammadi, Sumber : Majalah Tarbawi edisi 219 hlm.74-75]

tetapi terkadang kita tidak sadar dan tidak tau tempat,,
saatnya diaLog,
eh,, maLah jadi debat.
yang mungkin bisa berubah jadi permusuhan atau bahkan perkeLahian…

-semoga tuLisan ini bermanfaat..

atau bagi kamu yang punya pendapat Lain siLahkan tinggaLkan coment ya…