Archive for Februari, 2010


Mencari Kebahagiaan


Suatu hari ada seorang pemuda duduk termenung di tepi telaga. Tatapan matanya kosong (namanya juga termenung), menatap hamparan air telaga di depannya. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya.
“Sedang apa kau disini nak ?”
Ternyata ada seorang lelaki tua yang menghampirinya, sebut aja si bapak.
“Apa yang kau risaukan..?”
Pemuda itu pun menjawab.
“Aku lelah Pak. Bertahun2 aku menunggu, beribu jarak yang telah ku tempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga ku temukan rasa bahagia itu dalam diriku.
Aku telah berlari melalui gunung dan lembah, tapi tidak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Akankah ku temukan rasa itu?”

Si bapak pun duduk disamping pemuda itu, mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil dipandanginya lebih dalam wajah lelah pemudah itu. Lalu, dia mulai berkata,
“Di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaan mu tadi, maka tangkaplah seekor kupu2 untuk ku.”
Pemuda itu menoleh ke arah sibapak dengan penuh rasa heran. Lalu sibapak kembali memastikan pemuda itu, “ya… tankaplah seekor kupu2 untuk ku..!! tangkaplah dengan tangan kosong mu sendiri”.
Baca selanjutnya..

Asal kamu tau


Jika aku punya sebuah Apel, dan kamu juga punya. Lalu kita tukeran, nah… sekarang aku punya sebuah apel dan kamu juga tetap sama memiliki sebuah apel juga.

Selanjutnya biar kamu tau

13ribu Pun Diembat


Ini cerita asli, realita, fakta, bukan fiksi (aLah Lebay.. 😉 ) aku sendiri yang mengalami. Kejadiannya dua hari yang Lalu, yupss.. minggu malam = malam senin = tgL 21 feb.
pulang dari warnet (maklum wei,,,, :mrgreen: dirumah belum ada layanan internet…) selesai ngeliat blog, ngedit dan ngebalasin coment temen2, dan ngunjungi blog temen. Aku menuju rumah temen ku yang gak jauh dari rumah ku. Gak ngapa2en sech, cuma ngobrol2 doank. tapi tetep aja ngobrol sambil duduk diam dirumahnya gak bikin kami puas.
seperti biasa kami pun keLuar naek motorku, sekali lagi,,, gak ngapa2en, cuma keliling kota medan sambil ngobrol dijalan, ya namanya aj iseng2 doank, kami pun gak ada persiapan apa2. mulai dari pakaian cuma pake kaos oblong + celana pendek. duit di dompet juga cekak.
Selanjutnya di 13ribu Pun Diembat

“CIDAHA” Cinta Dalam Hati


“mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu
telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku mencintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku

ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja”

seberapa tahankah kita menyimpan perasaan cinta yang tak berani diungkapkan ?? bukankah memendam cinta itu sakit ???
yuppss… biasa disebut cinta dalam hati disingkatnya jadi “CIDAHA”.
Perih, sakit, sesak di dada, atau apaLah..
siapa yang tahu rasanya bila belum merasakan sendiri (saya sendiri beberapa kali mengalami hal yang seperti ini 😦 ).
Lanjutkan baca

"Percy Jackson & The Lightning Thief"

Para pecinta novel dan film fantasy “Harry Potter” (termasuk saya), tak perlu bersedih karena petualangan pemuda setengah penyihir itu bakal berakhir (dikarenakan buku terakhir telah terbit dan film terakhirnya bakalan dirilis tahun ini).
Karena ada bocah lelaki berusia 12 tahun bernama “Percy Jackson” yang mungkin bisa menggantikan tempatnya.
yups… Serial buku petualangan “Percy jackson & the olympians” karangan “Rick Riordan” saat  ini  memang  sedang digandrungi di Amerika serikat (kaLau di Indonesia sendiri bLum tau kabarnya :mrgreen:).
Selanjutnya

Gara-Gara “TwiLight”

twiLight

Beberapa hari ini aku menghabiskan waktu luang ku dengan membaca novel.
walaupun membaca bukanlah hobby utama ku. kebetulan juga temen ku memberikan novel berbentuk ebook itu kepadaku.
“TWILIGHT” yups… itu judul novel yang ku baca beberapa hari ini, karangan sthepenie meyer.
Baca seLengkapnya..