Category: Cerita Ku


Tetap buka

Sudah Hampir 4 bulan ini aku bekerja di salah satu restaurant cepat saji terbesar di Indonesia, milik Amerika.
Gak kenal lelah, mau libur, mau hari besar, restaurant tetap buka. Begitu juga pada saat bulan ramadhan ini. restaurant tetap buka, dan kebetulan aku ditempatkan di store yang buka 24 jam.
Emm.. bisa di bayangkan betapa besarnya tantangan yang harus ku hadapi pada Ramadhan tahun ini, terlebih saat aku dapat schedule masuk siang. Huft… tetap buka

Tanda – Tanda Kematian

Aiihh… juduLnya gak serem kan ya…
tapi ada yg biLang seremm, aku biLang sech biasa aja.. namanya manusia hidup, pasti bakaLan menghadapi kematian..
Gak ada yang tau kapan dunia ini berakhir,, apaLagi kematian dirinya sendiri…

Adapun tanda-tanda kematian menurut para ulama adalah benar dan ujud, cuma amalan dan ketakwaan kita saja yang akan dapat membedakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini. RasulAlloh SAW diriwayatkan masih mampu memperlihatkan dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara langsung akan kesukaran menghadapi sakaratul maut dari awal hingga akhir hayat Beliau. Imam Ghazali Rahimahullah diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehingga beliau mampu menyiapkan dirinya untuk menghadapi sakaratul maut secara sendirian. Beliau menyiapkan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali cuma ketika sampai bagian tubuh dan kepala saja beliau telah memanggil abangnya yaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bagian mukanya.
Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Alloh Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita hambaNya supaya dapat bertaubat dan siap dalam perjalanan menghadap Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Walau bagaimanapun semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam saja manakala orang-orang kafir yaitu orang yang menyekutukan Alloh nyawa mereka ini akan terus diambil tanpa peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Tanda – Tanda Kematian

Kembali Menembus Waktu

Aiih.. aiih… aku sampe Lupa kLu ternyata aku kan punya bLog ya..
ck..ck..ck.. fey..fey…
ne gara2 sebuLan ini jaLan hidupku (jiah.. jaLan hidup.. :P) sangat tidak teratur,, muLai dari pindah tempat kerja sampai dua kaLi, hingga berencana untuk cuti kuLyah.
Hmm… emang satu buLan ini aku merasakan perjaLanan hidup yg sedikit rumit, berantakan, aiih.. ntahLah… tp aLhamduLiLLah muLai sekarang sudah kembaLi normaL, waLaupun beLum puLih totaL, tp aku sempatkan diriku untuk kembaLi menembuswaktu. mau diceritakan satu persatu gak..???
secara ringkas aj ya…
Aku mengundurkan diri dari tempat ku pertama kaLi bekerja, dikarenakan ad suatu sebab (pastinya Lah.. :P) yang gak mungkin aku ceritakan disini (kLu mau dengar ceritanya siLahkan hubungi nomor dibawah ini :P), kmudian dLm waktu bbrapa hari, aku mendapatkan pekerjaan. Tepatnya disaLah satu pusat perbeLanjaan di Kota Medan (maLL / pLaza). ya… seLama setengah buLan aku merasakan kerja di maLL tepatnya di tempat anak2 bermain. Lebih mirip tmpat penitipan anak sech.
ehmm.. ternyata ngurus anak tuh suLit,, kita msti bnr2 ngerti apa maunya mereka, sifatnya mereka + harus bisa bikin anak2 yg geLisah menjadi tenang, karena mami n Papinya gak datang2 buat jemput dy..
ada yg Lucu, ngeGemesin, dan gak jarang ad juga yg suka bikin keseL. tapi yg jeLas aku dapat satu pengaLaman baru. dan Ending nya ne… saat ne aku bekerja di saLah satu perusahaan distributor “provider seLuLar” yang cukup besar di Indonesia. aLhamduLiLLah.. aku cukup bersyukur, dan mudah2an aja aku betah kerja disitu.
nah sebeLum berakhir ne,, aku mau minta maaf buat yang udah bersedia menembuswaktu tapi gak pernah ku baLAs.. hehehe.. 🙂 peace..
ehmm…. kLu gitu bersiapLah untuk kembaLi MenembusWaktu
hohohoho…

Mencari Kebahagiaan


Suatu hari ada seorang pemuda duduk termenung di tepi telaga. Tatapan matanya kosong (namanya juga termenung), menatap hamparan air telaga di depannya. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya.
“Sedang apa kau disini nak ?”
Ternyata ada seorang lelaki tua yang menghampirinya, sebut aja si bapak.
“Apa yang kau risaukan..?”
Pemuda itu pun menjawab.
“Aku lelah Pak. Bertahun2 aku menunggu, beribu jarak yang telah ku tempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga ku temukan rasa bahagia itu dalam diriku.
Aku telah berlari melalui gunung dan lembah, tapi tidak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Akankah ku temukan rasa itu?”

Si bapak pun duduk disamping pemuda itu, mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil dipandanginya lebih dalam wajah lelah pemudah itu. Lalu, dia mulai berkata,
“Di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaan mu tadi, maka tangkaplah seekor kupu2 untuk ku.”
Pemuda itu menoleh ke arah sibapak dengan penuh rasa heran. Lalu sibapak kembali memastikan pemuda itu, “ya… tankaplah seekor kupu2 untuk ku..!! tangkaplah dengan tangan kosong mu sendiri”.
Baca selanjutnya..

13ribu Pun Diembat


Ini cerita asli, realita, fakta, bukan fiksi (aLah Lebay.. 😉 ) aku sendiri yang mengalami. Kejadiannya dua hari yang Lalu, yupss.. minggu malam = malam senin = tgL 21 feb.
pulang dari warnet (maklum wei,,,, :mrgreen: dirumah belum ada layanan internet…) selesai ngeliat blog, ngedit dan ngebalasin coment temen2, dan ngunjungi blog temen. Aku menuju rumah temen ku yang gak jauh dari rumah ku. Gak ngapa2en sech, cuma ngobrol2 doank. tapi tetep aja ngobrol sambil duduk diam dirumahnya gak bikin kami puas.
seperti biasa kami pun keLuar naek motorku, sekali lagi,,, gak ngapa2en, cuma keliling kota medan sambil ngobrol dijalan, ya namanya aj iseng2 doank, kami pun gak ada persiapan apa2. mulai dari pakaian cuma pake kaos oblong + celana pendek. duit di dompet juga cekak.
Selanjutnya di 13ribu Pun Diembat

“CIDAHA” Cinta Dalam Hati


“mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu
telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku mencintaimu pun adalah
bahagia untukku, bahagia untukku

ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja”

seberapa tahankah kita menyimpan perasaan cinta yang tak berani diungkapkan ?? bukankah memendam cinta itu sakit ???
yuppss… biasa disebut cinta dalam hati disingkatnya jadi “CIDAHA”.
Perih, sakit, sesak di dada, atau apaLah..
siapa yang tahu rasanya bila belum merasakan sendiri (saya sendiri beberapa kali mengalami hal yang seperti ini 😦 ).
Lanjutkan baca

Gara-Gara “TwiLight”

twiLight

Beberapa hari ini aku menghabiskan waktu luang ku dengan membaca novel.
walaupun membaca bukanlah hobby utama ku. kebetulan juga temen ku memberikan novel berbentuk ebook itu kepadaku.
“TWILIGHT” yups… itu judul novel yang ku baca beberapa hari ini, karangan sthepenie meyer.
Baca seLengkapnya..